Senin, 11 Agustus 2008

Dolar menguat terhadap mayor currencies

Dolar meroket capai level tertingginya dalam enam bulan terakhir terhadap beberapa mata uang major hari ini, akibat memanasnya kekhawatiran terhadap tingkat kekuatan ekonomi global yang dipicu oleh dijualnya euro dan mata uang high-yield lainnya.

Euro tergelincir jauh dibawah $1,50 setelah mengalami pelemahan terbesar dalam satu hari sejak Januari 2001, Jumat lalu. Aksi short covering terhadap dolar memukul mata yang Eropa itu cukup telak. Chart/tabel teknikal juga menunjukkan sinyal penguatan euro telah berakhir. Namun melemahnya euro bukanlah hasil dari pembelian dolar yang cukup agresif oleh investor melainkan karena hari ini minyak kembali naik akibat munculnya konflik antara Rusia dan

Georgia yang dapat mengancam ekspor dari wilayah Kaspia.Euro melemah 0,2% dibandingkan Jumat lalu menjadi $1,4972. Terhadap yen, euro tergelincir 0,4% menjadi 164,58 yen, dolar tergelincir 0,2% menjadi 109,91 yen. Sterling tembus level terendahnya dalam 21 bulan terakhir pada $1,9124 sementara aussie tembus level terendahnya dalam 6,5 bulan terakhir pada $0,8842 dan dolar New Zealand melemah pada $0,6987.

Tidak ada komentar: